Month: August 2014

Ke Brunei Darussalam #4

Posted on Updated on

wpid-bulan-sabit.jpeg

Subuh…
Hari pertama puasa ramadhan.

Aku mulai perjalananku melalui jalur darat dari Pontianak menuju Brunei.

Makan sahur hari itu terasa istimewa walau dengan menu seadanya, mie goreng instan dan mackarel kalengan.
Sampai sekarang sudah berkali-kali kucoba kombinasi menu yang sama tetapi selalu kudapatkan rasa yang berbeda.
Entah karena tangan yang memasaknya, entah karena ketegangan otakku menjadikannya sensasi yang berbeda,entah juga karena kesedihan yang menggelayuti hatiku.
Entahlah..

Alasan kami berangkat subuh, selain karena jarak Pontianak ke Entikong, kota perbatasan Indonesia-Malaysia, cukup jauh,juga untuk menghindari banyaknya pungutan liar sepanjang perjalanan, demikian kata sopir yang membawa kami.
Memang kendaraan yang mengangkut TKI biasanya menjadi sasaran empuk bagi beberapa oknum tertentu untuk dimintai ‘uang jalan’.

Tak banyak yang dapat kuingat saat meninggalkan kota Pontianak,selain suasana masih gelap, aku juga lebih sibuk menyesuaikan diri mencari kenyamanan.
Bayangkan, minibus dengan kapasitas maksimal 7 orang dipaksa dimuati 11 orang, belum lagi muatan barang-barang bawaan kami semua, terpaksa kami berhimpit-himpitan, seperti mackarel kalengan.

Memasuki kota Sanggau keadaan mulai terang, dapat kulihat pembenahan dilakukan dimana-mana, kantor bupati baru pun sedang mulai dibangun.
Memang jalur Pontianak-Sanggau-Entikong merupakan jalur keluar masuk baru bagi TKI dari atau ke Malaysia.Jalur sebelumnya melewati Singkawang,namun jalur tersebut secara resmi telah ditutup.

Selepas kota Sanggau pemandangan kanan kiri jalan di dominasi lanskap hutan hujan,dan sang sopir mewanti-wanti, jangan kaget bila nanti akan ada banyak ular melintasi jalan saat masuk ke perkebunan sawit.
Aku yang sedari awal sudah was-was,khawatir dengan imbas dari konflik antar etnis yang terjadi di Sampit ( konflik yang tidak seharusnya terjadi di negeri ini ), ditambah lagi dengan cerita ular, keteganganku pun kian menjadi-jadi.

New Energy

Posted on

Ternyata sudah 3 tahun yg lalu terakhir aku menulis di blog ini.Terkadang waktu serasa berlari terlalu cepat,bila kehidupan ini dipenuhi oleh gejolak,tiap saat kita akan bertemu tantangan hidup baru yang tidak pernah kita perkirakan sebelumnya.Dan waktu akan tetap berlari mengikuti iramanya sendiri,tanpa peduli problema apa yang sedang kita hadapi.

Dan kesadaranku akan egoisme sang waktulah yg memberi tenaga baru bagiku untuk kembali menyelesaikan apa yang sudah kumulai.
Sebelum tubuh ini lelah bergerak,sebelum benak ini tertimbun tantangan dan hal baru,sehingga semua kenangan yang ada akan hilang.
Berlari bersama sang waktu..