Ke Brunei Darussalam # 3

Posted on

Jadi ingat adegan saat Ben Affleck menyanyikan lagu Leaving on The Jetplane-nya John Denver dalam film Armageddon,mungkin seperti itulah visualisasiku setiba di bandara Sukarno Hatta.

Tadinya kupikir sama saja antara bandara dengan terminal bus,hanya beda kendaraannya saja,ternyata mau naik pesawat ribet banget.Aku mesti jalan kaki hampir 300 meter jauhnya untuk sampai ke pesawat,melewati berbagai tempat pemeriksaan,mulai dari pemeriksaan tiket,kepabeanan,sampai harus disinar X segala,ujung-ujungnya gunting kuku dan minyak korek Zippo-ku disita,karena dianggap dapat membahayakan penerbangan.Haduh….

Dalam pesawat,interiornya tidak terlalu fantastis ,sama saja seperti yang ditayangkan di film-film.Yang agak unik ialah saat mau lepas landas,seorang pramugari yang cukup cantik memperagakan cara-cara memakai sabuk pengaman,plastik kresek kalau mabuk udara sampai selang oksigen bila ada keadaan darurat.Aku lihat sekelilingku,hampir semua penumpang sibuk sendiri,tidak memperhatikan apa yang diperagakan oleh sang pramugari,entah bagaimana perasaan pramugari itu melihat respon dari para penumpang yang cuek begitu.

Saat tinggal landas adalah saat yang paling menegangkan,Pesawat digeber habis sama sang pilot,sampai suaranya mesinnya berisik sekali,badan pesawat juga terguncang-guncang saat mau mencapai ketinggian.Tanpa sadar aku berpegangan erat sekali pada kursi yang kududuki.Takut kalau jatuh.

Saat mencapai ketinggian dan badan pesawat sudah tenang,inilah saat yang terindah,karena sensasi yang luar biasa melihat daratan menjauh dari kita dan bisa berada diantara gumpalan awan.Leherku sampai sakit karena kelamaan nengok keluar jendela.

Waktu mau mendarat adalah saat yang menyakitkan buatku karena gendang telingaku terasa sakit sekali seperti ditusuk-tusuk.Orang bilang ini terjadi karena perubahan tekanan udara yang drastis dalam waktu yang singkat.Sampai sekarang aku belum bisa melupakan rasa sakit itu.

Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam sampailah aku di bandara Supadio Pontianak.Agak mengherankan juga,letaknya di Kalimantan,tetapi kenapa nama bandara ini malahan berbau jawa.Turun dari pesawat aku sudah langsung dijemput oleh agen travel yang sudah diatur oleh agen di Jakarta,jadi aku tidak bingung walau sampai di Pontianak malam.Akhirnya aku diantar ke penampungan (kok penampungan..?)

Akankah ada  teror di belantara Kalimantan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s